SELAMAT DATANG DI BLOG PENDIDIKAN MEDIA BERBAGI ASIK BERBAGI UNTUK SEMUA DI KECAMATAN BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU

Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022

Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022 mengangkat Tema Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar. Melalui Pembelajaran Berbasis TIK ini diharapkan para pendidik mampu mengembangkan potensi dan mengimplementasikannya.

Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan H. Abu Bakar FE, S.Sos., M.Ap memberikan dukungan penuh terhadap Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang diluncurkan oleh Pusat data dan Informasi (Pusdatin).

.

Sosialisasi Praktik Baik Pemanfaatan Rumah Belajar di SD Negeri 002 Lubuk Keranji

Dukungan dan antusias para guru dalam mengikuti sosialisasi praktik baik pembelajaran SOLE terintegrasi kearifan lokal pariwisata Ombak Bono dengan memanfaatkan fitur Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar.

Webinar KOLAK JAMBU (Kolaborasi Kalimantan Jambi dan Riau)

Kolaborasi Sahabat Rumah Belajar Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Riau dalam Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK Terintegrasi Platform Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar

Tugas Akhir Vlog PembaTIK Level 4 Tahun 2022

Pembelajaran Kooperatif Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar Materi Koordinat Kartesius Tingkat Sekolah Dasar Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Provinsi Riau

Sabtu, 29 Oktober 2022

Tugas PembaTIK Level 4 Tahun 2022 Praktik Baik Pembelajaran dengan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar


Pembelajaran Kooperatif Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar di Portal Rumah Belajar Pada Materi Koordinat Kartesius Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Riau



Pada dasarnya belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada seseorang baik perubahan perilaku dengan bertambahnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hal ini diperoleh dengan cara melalui proses yang berkesinambungan dan tidak secara instan didapatkan bahkan melalui latihan-latihan sehingga memberikan pengalaman yang berarti dalam kehidupan.

Menurut seorang ahli psikologi pendidikan David Ausuberl (1963) menyatakan bahwa pembelajaran yang dipelajari harus "bermakna" (meaningfull). Menurutnya belajar bermakna merupakan proses mengaitkan informasi atau materi baru dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. 

Dalam Permendikbud No. 81A tentang Implementasi Kurikulum 2013 dimana dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran berpusat pada siswa atau sering dikenal dengan istilah student center learning pada prinsipnya lebih menekankan pada keaktifan peserta didik untuk dikembangkan menjadi sebuah pemahaman yang bermakna bagi dirinya. Selama ini kita ketahui bersama bahwa guru lebih aktif dibanding peserta didik sehingga anak hanya menjadi penonton dan bukan sebagai pelaku utama hal ini yang selalu menjadi permasalahan dalam pendidikan. Untuk itu seiring dengan perkembangan pendidikan kita mengubah pola lama yang dulunya berpusat pada guru maka saat ini pembelajaran harus berpusat pada siswa.

Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mampu memberikan makna dalam setiap kegiatan pembelajaran. Pembelajaran bermakna hendaknya senantiasa kita hubungkan dengan kehidupan nyata dimana peserta didik mampu merasakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya sendiri sehingga setiap siswa benar-benar memahami dan mendalami secara kontekstual dan relevan dengan kehidupannya. 

Berawal dari konsep pembelajaran bermakna dan berpusat kepada peserta didik penulis mencoba memberikan praktik baik pembelajaran dengan judul "Pembelajaran Kooperatif Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar di Portal Rumah Belajar Pada Materi Koordinat Kartesius Sekolah Dasar Terintegrasi Kearifan Lokal Provinsi Riau". Praktik Baik ini dilakukan pada Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 002 Lubuk Keranji Kecamatan Bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan pada tanggal 17 Oktober 2022 secara ringkas dapat dilihat pada tayangan video berikut ini:
Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana praktik baik pembelajaran yang dilakukan dalam kelas, mari kita perhatikan langkah-langkah dalam aksi nyata pemanfaatan portal Rumah Belajar dalam pembelajaran.

A.      Pembelajaran Kooperatif

1. Pengertian 

Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan membentuk kelompok belajar dengan tujuan saling berkolaborasi, komunikasi dan motivasi antara anggota yang satu dengan yang lain sehingga mampu mencapai pemahaman materi secara merata.

2. Karakteristik 

Karakteristik model pembelajaran kooperatif antara lain: siswa melakukan pembelajaran secara berkelompok; siswa memiliki rasa kebersamaan dan ketergantungan satu sama lain; siswa berinteraksi dalam bekerjasama pemecahan masalah; siswa dilatih untuk bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan.

3. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif diawali dengan menyiapkan siswa, memberikan apersepsi, motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi yang harus dicapai. Langkah selanjutnya guru memberikan informasi terkait materi pembelajaran dengan mengaitkan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya guru membentuk kelompok kecil dalam kelas untuk memecahkan permasalahan. Langkah berikutnya guru melakukan bimbingan terhadap kelompok-kelompok tersebut dalam memaksimalkan pembelajaran. Berikutnya guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar yang telah diperoleh peserta didik. Langkah selanjutnya guru memberikan reward atau hadiah terhadap siswa.

B.      Pembelajaran Matematika Materi Koordinat Kartesius
Pembelajaran Matematika pada materi koordinat kartesius kelas 6 sekolah dasar merupakan praktik baik yang dilakukan penulis dengan kompetensi dasar pengetahuan yakni membaca titik koordinat kartesius dan menentukan titik pada koordinat kartesius. sedangkan kompetensi keterampilan mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menentukan titik koordinat kartesius dalam kehidupan sehari-hari.

C.      Pemanfaatan Fitur Sumber Belajar Pada Portal Rumah Belajar
Dalam praktik baik yang dilakukan penulis dengan memanfaatkan salah satu fitur utama portal Rumah Belajar yakni fitur Sumber Belajar dan mengaitkan dengan capaian kompetensi peserta didik terhadap materi koordinat kartesius.

1. Posisi Titik Dalam Bidang Koordinat Kartesius 

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Posisi-Titik-Dalam-Bidang-Koordinat-Cartesius-2015/konten3.html 

2. Menentukan Letak Benda Pada Bidang Kartesius

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Koordinat-Cartesius-2014-/konten4.html 

D.      Integrasi Kearifan Lokal Provinsi Riau Pada Pembelajaran
Salah satu permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari siswa yang dapat diatasi setelah mempelajari materi pembelajaran yang berkaitan dengan bidang koordinat kartesius adalah penggunaan peta. Dalam hal mengintegrasikan kearifan lokal, penulis membuat peta wisata Riau untuk objek dalam tutorial ini sehingga mampu memberikan kenyamanan terhadap siswa dalam belajar dan mampu menumbuhkan  keakraban dengan berdiskusi kelompok terhadap hal-hal di sekitar mereka.

Setelah mengetahui komponen dalam pembelajaran kooperatif selanjutnya kita simak bagaimana pelaksanaan praktik baik pembelajaran kooperatif dimulai dari tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan dan tahapan pasca pelaksanaan.

A.      Tahapan Perencanaan
Sebagai kegiatan pembelajaran pada umumnya, guru terlebih dahulu harus merencanakan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan komponen yang telah dipelajari dan dianggap cocok untuk praktik pembelajaran ini. kita dapat memodifikasi alat pembelajaran yang ada untuk menggabungkan semua yang akan kita terapkan dalam pelajaran sehingga menjadi rencana implementasi pembelajaran yang hebat.

Langkah berikutnya menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Pada tahap ini, tujuan diselaraskan dengan persyaratan hasil utama (kompetensi dasar dan indikator) yang harus dikuasai siswa. Langkah selanjutnya adalah menentukan kearifan lokal yang ada di sekitar siswa, dalam hal ini kearifan lokal Riau, yang sesuai dengan materi kajian yang dipilih sebagai subjek kajian. Kegiatan selanjutnya pada fase ini adalah menempatkan Portal Rumah Belajar sebagai bagian dari pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan digital siswa dan membimbing pembelajaran ini sebagai Pembelajaran Berbasis ICT (Information and Communication Technology).

Kamis, 27 Oktober 2022

Webinar KOLAKJAMBU

Sosialisasi webinar kolakjambu diselenggarakan atas kerjasama IGI Kabupaten Muaro Jambi bersama para Sahabat Rumah Belajar lintas Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Riau.

Selasa, 25 Oktober 2022

Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran SOLE terintegrasi Portal Rumah Belajar

Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran SOLE Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Ombak Bono Dengan Memanfaatkan Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar


Deskripsi dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran SOLE 
(Self Orginized Learning Environment )


A. Deskriptif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat hampir semua aktivitas manusia bergantung pada peralatan teknologi. Keberadaan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat membuat aktivitas pendidik khususnya kegiatan belajar menjadi lebih nyaman. Era Industri 4.0 memiliki dampak yang sangat besar. Siapa pun dapat berkomunikasi dan berkolaborasi, terlepas dari jarak. Dengan perkembangan Internet, perangkat pintar (komputer dan ponsel pintar), lebih dekat ke dunia yang dulunya jauh. Kemudahan akses dan informasi merupakan faktor yang memberikan keuntungan dalam proses pembelajaran. Setiap orang dilahirkan dengan rasa ingin tahu.


Keberadaan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi. Kedua proses ini disatukan dan dioptimalkan oleh model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments). Model pembelajaran Self Organized Learning Environments (SOLE) berfokus pada proses belajar mandiri dari orang-orang yang ingin belajar menggunakan Internet dan perangkat pintar. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, guru menggunakan model pembelajaran SOLE untuk menggali kedalaman pemahaman siswa terhadap materi dengan memanfaatkan rasa ingin tahunya.

B. Kompetensi Yang Diharapkan

Tujuan model pembelajaran SOLE adalah untuk membentuk kompetensi (keterampilan) siswa. Kompetensi yang diharapkan dapat dikembangkan pada siswa melalui Model Pembelajaran SOLE ini antara lain:
  1. Berfikir kreatif (Creative Thinking) Model pembelajaran SOLE merangsang setiap peserta didik untuk melatih rasa ingin tahu yang dimilikinya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Berbekal rasa ingin tahu dan menggunakan fasilitas internet, peserta didik mencari alternatif jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan.
  2. Kemampuan Pemecahan Masalah Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban. Bagaimana menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan jawaban dan menggunakannya untuk menginspirasi siswa untuk memecahkan masalah.Selain itu, pertanyaan yang diajukan memberi siswa wawasan dan pertanyaan baru. Tentu saja, pertanyaan yang baru muncul kembali membutuhkan jawaban. Proses rotasi ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa.
  3. Kemampuan berkomunikasi (Communicate capability) Setiap jawaban yang didapat tentunya perlu didistribusikan ke peserta didik yang lain. Setiap peserta didik diberikan kesempatan menyampaikan jawaban yang di dapat berdasarkan pemahamannya sendiri. Dengan melatih tata cara penyampaian jawaban tadi diharapkan akan memunculkan dan melatih kemampuan berkomunikasi pada diri peserta didik. 
C.      Langkah-langkah kegiatan model pembelajaran SOLE 
Model pembelajaran SOLE terdiri dari tiga fase kegiatan yang harus diselesaikan oleh setiap siswa. Tugas guru hanya memberikan saran berupa pertanyaan tentang materi yang akan dibahas. Kegiatan selanjutnya tergantung pada kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lebih tepatnya, tiga fase kegiatan yang dilakukan adalah:

1.       Pertanyaan (Question)
Memberikan pertanyaan yang bisa menyebabkan rasa ingin memahami siswa terhadap materi yang diajarkan, pertanyaan tadi dibutuhkan juga bisa menurunkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendekati terhadap materi yang diajarkan.

2.       Investigasi (Investigate)
Peserta didik menciptakan grup-grup kecil. Peserta didik pada grup berkolaborasi satu menggunakan yang lainnya & memakai satu perangkat internet buat mencari jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan sebelumnya.

3.       Mengulas (Review)
Masing-masing grup mempresentasikan output inovasi mereka terhadap pertanyaan yang diberikan.

Secara lebih terperinci, tahapan pelaksanaan model pembelajaran SOLE adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Memberikan pertanyaan terkait materi yang akan dipelajari; 
Langkah 2: Mengorganisasi siswa; 
Langkah 3: Ekplorasi dan investigasi siswa; 
Langkah 4: Monitoring; 
Langkah 5: Presentasi hasil eksplorasi dan inverstigasi; 
Langkah 6: Evaluasi hasil presentasi













Senin, 24 Oktober 2022

Temu Ramah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan

 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan Bapak H. Abu Bakar FE, S.Sos., M.Ap ditemui di kantornya pada hari Senin, 24 Oktober 2022. Adapun tujuan dalam pertemuan ini yakni meminta

Kamis, 13 Oktober 2022

Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022

Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022 mengangkat Tema "Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar".

Koneksi Antar Materi Modul 3.3

 Koneksi Antar materi Modul 3.3 "Pengelolaan Program Yang Berdampak Positifs Terhadap Murid" Dari modul pembelajaran 3 pelatihan g...