Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022
Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022 mengangkat Tema Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar. Melalui Pembelajaran Berbasis TIK ini diharapkan para pendidik mampu mengembangkan potensi dan mengimplementasikannya.
Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan H. Abu Bakar FE, S.Sos., M.Ap memberikan dukungan penuh terhadap Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang diluncurkan oleh Pusat data dan Informasi (Pusdatin).
Sosialisasi Praktik Baik Pemanfaatan Rumah Belajar di SD Negeri 002 Lubuk Keranji
Dukungan dan antusias para guru dalam mengikuti sosialisasi praktik baik pembelajaran SOLE terintegrasi kearifan lokal pariwisata Ombak Bono dengan memanfaatkan fitur Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar.
Webinar KOLAK JAMBU (Kolaborasi Kalimantan Jambi dan Riau)
Kolaborasi Sahabat Rumah Belajar Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Riau dalam Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Berbasis TIK Terintegrasi Platform Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar
Tugas Akhir Vlog PembaTIK Level 4 Tahun 2022
Pembelajaran Kooperatif Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar Materi Koordinat Kartesius Tingkat Sekolah Dasar Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Provinsi Riau
Rabu, 21 Juni 2023
Koneksi Antar Materi Modul 3.3
Koneksi Antar materi Modul 3.3
Sabtu, 06 Mei 2023
Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
Senin, 20 Februari 2023
Koneksi Antra materi Modul 2.1
Pembelajaran Berdiferensiasi
Definisi Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Direfensiasi konten
Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai tanggapan terhadapa kesiapan, minat, dan profil belajar murid maupun kombinasi dari ketiganya.
Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
2. Diferensiasi proses
Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.
Diferensiasi proses dapat dilakukan dengan cara:
a. menggunakan kegiatan berjenjang
b. meyediakan pertanyaan pemandu atau tantangan yang perlu diselesaikan di sudut-sudut minat,
c. membuat agenda individual untuk murid (daftar tugas, memvariasikan lama waktu yang murid dapat ambil untuk menyelesaikan tugas,
d. mengembangkan kegiatan bervariasi
3. Diferensiasi produk
Produk adalah hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukkan murid kepada kita (karangan, pidato, rekaman, doagram) atau sesuatu yang ada wujudnya.
Produk yang diberikan meliputi 2 hal:
a. memberikan tantangan dan keragaman atau variasi,
b. memberikan murid pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan.
Sabtu, 29 Oktober 2022
Tugas PembaTIK Level 4 Tahun 2022 Praktik Baik Pembelajaran dengan Pemanfaatan Portal Rumah Belajar
Pembelajaran Kooperatif Melalui Pemanfaatan Sumber Belajar di Portal Rumah Belajar Pada Materi Koordinat Kartesius Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Riau
1. Pengertian
Pembelajaran Kooperatif atau Cooperative Learning merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan membentuk kelompok belajar dengan tujuan saling berkolaborasi, komunikasi dan motivasi antara anggota yang satu dengan yang lain sehingga mampu mencapai pemahaman materi secara merata.
2. Karakteristik
Karakteristik model pembelajaran kooperatif antara lain: siswa melakukan pembelajaran secara berkelompok; siswa memiliki rasa kebersamaan dan ketergantungan satu sama lain; siswa berinteraksi dalam bekerjasama pemecahan masalah; siswa dilatih untuk bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan.
3. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif diawali dengan menyiapkan siswa, memberikan apersepsi, motivasi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi yang harus dicapai. Langkah selanjutnya guru memberikan informasi terkait materi pembelajaran dengan mengaitkan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya guru membentuk kelompok kecil dalam kelas untuk memecahkan permasalahan. Langkah berikutnya guru melakukan bimbingan terhadap kelompok-kelompok tersebut dalam memaksimalkan pembelajaran. Berikutnya guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar yang telah diperoleh peserta didik. Langkah selanjutnya guru memberikan reward atau hadiah terhadap siswa.
Pembelajaran Matematika pada materi koordinat kartesius kelas 6 sekolah dasar merupakan praktik baik yang dilakukan penulis dengan kompetensi dasar pengetahuan yakni membaca titik koordinat kartesius dan menentukan titik pada koordinat kartesius. sedangkan kompetensi keterampilan mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menentukan titik koordinat kartesius dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam praktik baik yang dilakukan penulis dengan memanfaatkan salah satu fitur utama portal Rumah Belajar yakni fitur Sumber Belajar dan mengaitkan dengan capaian kompetensi peserta didik terhadap materi koordinat kartesius.
1. Posisi Titik Dalam Bidang Koordinat Kartesius
2. Menentukan Letak Benda Pada Bidang Kartesius
Salah satu permasalahan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari siswa yang dapat diatasi setelah mempelajari materi pembelajaran yang berkaitan dengan bidang koordinat kartesius adalah penggunaan peta. Dalam hal mengintegrasikan kearifan lokal, penulis membuat peta wisata Riau untuk objek dalam tutorial ini sehingga mampu memberikan kenyamanan terhadap siswa dalam belajar dan mampu menumbuhkan keakraban dengan berdiskusi kelompok terhadap hal-hal di sekitar mereka.
Sebagai kegiatan pembelajaran pada umumnya, guru terlebih dahulu harus merencanakan penyusunan perangkat pembelajaran sesuai dengan komponen yang telah dipelajari dan dianggap cocok untuk praktik pembelajaran ini. kita dapat memodifikasi alat pembelajaran yang ada untuk menggabungkan semua yang akan kita terapkan dalam pelajaran sehingga menjadi rencana implementasi pembelajaran yang hebat.
Langkah berikutnya menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Pada tahap ini, tujuan diselaraskan dengan persyaratan hasil utama (kompetensi dasar dan indikator) yang harus dikuasai siswa. Langkah selanjutnya adalah menentukan kearifan lokal yang ada di sekitar siswa, dalam hal ini kearifan lokal Riau, yang sesuai dengan materi kajian yang dipilih sebagai subjek kajian. Kegiatan selanjutnya pada fase ini adalah menempatkan Portal Rumah Belajar sebagai bagian dari pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan digital siswa dan membimbing pembelajaran ini sebagai Pembelajaran Berbasis ICT (Information and Communication Technology).
Kamis, 27 Oktober 2022
Webinar KOLAKJAMBU
Sosialisasi webinar kolakjambu diselenggarakan atas kerjasama IGI Kabupaten Muaro Jambi bersama para Sahabat Rumah Belajar lintas Provinsi yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi dan Riau.
Selasa, 25 Oktober 2022
Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran SOLE terintegrasi Portal Rumah Belajar
Sosialisasi Praktik Baik Pembelajaran SOLE Terintegrasi Kearifan Lokal Pariwisata Ombak Bono Dengan Memanfaatkan Sumber Belajar pada Portal Rumah Belajar
- Berfikir kreatif (Creative Thinking) Model pembelajaran SOLE merangsang setiap peserta didik untuk melatih rasa ingin tahu yang dimilikinya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Berbekal rasa ingin tahu dan menggunakan fasilitas internet, peserta didik mencari alternatif jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan.
- Kemampuan Pemecahan Masalah Setiap pertanyaan membutuhkan jawaban. Bagaimana menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menemukan jawaban dan menggunakannya untuk menginspirasi siswa untuk memecahkan masalah.Selain itu, pertanyaan yang diajukan memberi siswa wawasan dan pertanyaan baru. Tentu saja, pertanyaan yang baru muncul kembali membutuhkan jawaban. Proses rotasi ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa.
- Kemampuan berkomunikasi (Communicate capability) Setiap jawaban yang didapat tentunya perlu didistribusikan ke peserta didik yang lain. Setiap peserta didik diberikan kesempatan menyampaikan jawaban yang di dapat berdasarkan pemahamannya sendiri. Dengan melatih tata cara penyampaian jawaban tadi diharapkan akan memunculkan dan melatih kemampuan berkomunikasi pada diri peserta didik.
Model pembelajaran SOLE terdiri dari tiga fase kegiatan yang harus diselesaikan oleh setiap siswa. Tugas guru hanya memberikan saran berupa pertanyaan tentang materi yang akan dibahas. Kegiatan selanjutnya tergantung pada kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lebih tepatnya, tiga fase kegiatan yang dilakukan adalah:
Memberikan pertanyaan yang bisa menyebabkan rasa ingin memahami siswa terhadap materi yang diajarkan, pertanyaan tadi dibutuhkan juga bisa menurunkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendekati terhadap materi yang diajarkan.
Peserta didik menciptakan grup-grup kecil. Peserta didik pada grup berkolaborasi satu menggunakan yang lainnya & memakai satu perangkat internet buat mencari jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan sebelumnya.
Masing-masing grup mempresentasikan output inovasi mereka terhadap pertanyaan yang diberikan.
Secara lebih terperinci, tahapan pelaksanaan model pembelajaran SOLE adalah sebagai berikut:Langkah 1: Memberikan pertanyaan terkait materi yang akan dipelajari; Langkah 2: Mengorganisasi siswa; Langkah 3: Ekplorasi dan investigasi siswa; Langkah 4: Monitoring; Langkah 5: Presentasi hasil eksplorasi dan inverstigasi; Langkah 6: Evaluasi hasil presentasi
Senin, 24 Oktober 2022
Koneksi Antar Materi Modul 3.3
Koneksi Antar materi Modul 3.3 "Pengelolaan Program Yang Berdampak Positifs Terhadap Murid" Dari modul pembelajaran 3 pelatihan g...























.png)
