SELAMAT DATANG DI BLOG PENDIDIKAN MEDIA BERBAGI ASIK BERBAGI UNTUK SEMUA DI KECAMATAN BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN PROVINSI RIAU

Rabu, 21 Juni 2023

Koneksi Antar Materi Modul 3.3

 Koneksi Antar materi Modul 3.3
"Pengelolaan Program Yang Berdampak Positifs Terhadap Murid"



Dari modul pembelajaran 3 pelatihan guru penggerak, penulis mencatat beberapa hal yang menarik, seperti pergeseran paradigma dalam pengambilan keputusan dari yang selama ini dilakukan dengan pendekatan berbasis masalah (berbasis defisit) menjadi pendekatan berbasis aset sekarang. aku telah belajar Sebelum saya mengikuti pelatihan guru penggerak, sudah menjadi kebiasaan kami untuk selalu mengutamakan hasil evaluasi saat mengambil keputusan, dan masalah utama dalam evaluasi adalah kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis masalah digunakan untuk menentukan tindakan di masa depan. Namun, setelah mempelajari Modul 3 ini, masalahnya tidak lagi menjadi fokus pengambilan keputusan. Karena setiap masalah memiliki sisi positif. Karena di balik masalah itu ada kelebihan yang bisa dimanfaatkan sebagai aset. Dan Anda harus bisa melihat hal-hal secara positif. Dan ketika Anda mempraktikkannya, karena kami selalu berpikir positif tentang minat kami, kekuatan yang diperlukan untuk merancang keputusan dan program yang berdampak positif bagi siswa kami sangatlah sederhana.

Kalangan pendidikan perlu optimis terhadap pengelolaan sumber daya dan aset sebagai kekuatan/potensi sekolah. Masalah dan kekurangan sekolah tidak lagi menjadi penghambat kemajuan pendidikan dan perwujudan visi, misi, dan tujuan sekolah ramah siswa. Namun titik fokus permasalahannya adalah kebiasaan yang sudah mapan, yang tidak mudah diubah, sehingga membutuhkan pemahaman yang matang tentang proses pembelajaran, kerjasama dan civitas akademika sekolah. Perubahan positif dapat dengan mudah dicapai jika sikap positif tertanam dalam diri sivitas akademika sekolah. Dan program yang berdampak positif bagi siswa mudah diterapkan.

Dan ketika memutuskan semua hal yang berpihak pada siswa, kita harus menerapkan prinsip pengambilan keputusan dan mengadopsi sembilan langkah ujian. Semoga keputusan bijak dibuat demi siswa. Selain itu, ketika merancang program sekolah yang berdampak pada siswa secara dewasa, model BAGJA dari pertanyaan syukur (mengajukan pertanyaan kunci, mengambil pelajaran, menjelajahi mimpi, menjelaskan rencana, mengelola pelaksanaan) penting. ) untuk menerapkan manajemen perubahan, dan manajemen risiko dan keberlanjutan program memerlukan penerapan MELR (monitoring, evaluasi, pembelajaran dan pelaporan). Dengan demikian, program ini diharapkan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Pemetaan aset dan sumber daya di sekolah (baik sumber data fisik maupun non fisik) juga penting untuk merampingkan pelaksanaan program yang berdampak pada siswa. Setelah pemetaan selesai, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan pembelajaran mandiri dan memanfaatkan potensi sekolah sejalan dengan tujuan menciptakan profil siswa Pancasila dan budaya positif di sekolah.

Modul 3.3 adalah modul terakhir dari rangkaian modul untuk melatih instruktur operasional di masa mendatang. Modul 3.3 mengundang Anda untuk meninjau kembali kegiatan dan rutinitas sehari-hari yang Anda lakukan untuk memenuhi tanggung jawab dan peran Anda sebagai seorang guru.

Modul 1.1 membahas filosofi Ki Hajar Dewantara bahwa guru memiliki peran strategis dalam menyalurkan segala fitrah pada anak agar mereka bahagia dan tenteram sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Dalam mengelola program sekolah yang berdampak pada siswa, siswa harus dilibatkan dan perhatian harus diberikan untuk mengembangkan potensi atau karakter siswa. Modul ini juga berbicara tentang fakta bahwa siswa adalah individu yang unik dan utuh, sehingga guru harus dapat membimbing siswa sesuai dengan kodratnya. Memahami sifat siswa memudahkan kita merancang program yang berdampak positif bagi siswa.

Modul 1.2 membahas tentang nilai dan peran instruktur mengemudi. Nilai-nilai instruktur mengemudi adalah mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan mendukung siswa. Nilai dan peran seorang penyuluh tak lepas dari cita-cita luhur mewujudkan profil siswa pancasila dan belajar mandiri. Dalam perannya, guru tidak cukup hanya membimbing pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin dalam mengelola program sekolah yang memajukan siswa.

Modul 1.3, Merencanakan dan mengelola program yang mempengaruhi siswa, diterapkan dengan inkuiri terakreditasi BAGJA (Ajukan pertanyaan kunci, Ambil pelajaran, Belajar dari mimpi, Gambarkan rencana, Atur implementasi) dengan terlebih dahulu memetakan aset atau sumber daya sekolah dan mengembangkan aset atau potensi yang dimiliki . dapat dikembangkan untuk merancang program sekolah yang mempengaruhi siswa. Survei BAGJA rewards memungkinkan kami dengan mudah merancang program yang berdampak positif bagi siswa karena kami melibatkan semua pihak dan melihat semua aset yang tersedia.

Modul 1.4 membahas tentang budaya positif berupa lingkungan yang mendukung pengembangan potensi, minat, dan profil belajar siswa, terutama kekuatan alamiah anak. Sebagai petani, guru harus mampu mengoptimalkan sumber daya lingkungan yang positif dan mengembangkan budaya yang positif agar anak dapat tumbuh sesuai dengan sifat dan karakter zaman serta program pendukung yang mempengaruhi siswa. Dan dengan pembiasaan budaya yang positif, maka terciptalah profil mahasiswa pancasila.

Modul 2.1 dari modul ini berkaitan dengan pembelajaran yang dibedakan. seorang guru dapat menggunakan pembelajaran berdiferensiasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa. Pembelajaran yang berdiferensiasi ini merupakan solusi dari perbedaan karakteristik dan kecerdasan siswa. Sebelum merencanakan pembelajaran yang berdiferensiasi, guru harus memetakan kebutuhan belajar, minat, dan profil belajar siswa. Tujuannya adalah untuk mengetahui kelebihan atau kelebihan siswa. Dengan menerapkan pembelajaran yang berbeda, kami memberikan siswa ruang kenyamanan dan kebahagiaan saat belajar, yang membuat guru nyaman dan senang saat mengajar. Beginilah cara belajar mandiri lahir.

Modul 2.2 Dalam modul ini guru dilatih dan disempurnakan agar mampu mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa. Dengan Aplikasi Pembelajaran KSE, kami mengembalikan kesadaran diri penuh pada siswa sehingga mereka tenang, fokus, berempati, termotivasi dan bertanggung jawab. Teknik mindfulness merupakan strategi untuk mengembangkan lima keterampilan sosial-emosional berdasarkan program dukungan siswa yang menciptakan pembelajaran mandiri dan budaya positif di sekolah.

Modul 2.3 membahas praktik bimbingan, yaitu teknik atau strategi guru untuk membimbing anak dan menggali potensinya. Pembinaan juga memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan dan mengeksplorasi proses berpikir. Ketika mengelola program yang mempengaruhi siswa, pembinaan dapat digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan sumber daya siswa, mengembangkan kepemimpinan siswa, menggali peluang bagi siswa untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu. keamanan dan kebahagiaan anak setinggi mungkin.

Modul 3.1 berkaitan dengan pengambilan keputusan berbasis nilai sebagai seorang manajer. Sebagai seorang guru, seorang guru harus mampu mengambil keputusan yang bijak, yaitu keputusan yang bermanfaat bagi siswa. Basis keputusan, prinsip dan paradigma atau nilai harus konsisten, terutama ketika berhadapan dengan dilema etika atau persuasi moral. Dan dalam pengambilan keputusan harus memperhatikan paradigma, prinsip dan 9 langkah pengujian, agar keputusan yang kita ambil tepat, cepat dan sesuai dengan kepentingan siswa.

Modul 3.2 membahas pengelolaan sumber daya, bahwa guru sebagai pemimpin pembelajaran atau pengelola program sekolah harus mampu memetakan dan mengidentifikasi aset sekolah, baik fisik maupun non fisik. Pendekatan berbasis aset dapat lebih mengoptimalkan potensi sekolah sebagai komunitas belajar dibandingkan dengan pendekatan berbasis masalah. Sisi positif sekolah harus dilihat dari paradigma berpikirnya. Dengan memfokuskan aktivitas Anda, Anda dapat merencanakan dengan baik untuk mengelola program yang berdampak pada siswa.

Modul 3.3 berkaitan dengan manajemen program yang mempengaruhi siswa. Dengan memahami dan menerapkan semua modul pelatihan mobilisasi guru, maka terciptalah program sekolah yang berdampak positif bagi siswa.

Demikian koneksi antar materi pada modul 3.3 untuk dapat dijadikan referensi bagi para pembaca dan mohon masukan serta kritikan untuk kemajuan penulisan ini terimakasih.





0 komentar:

Posting Komentar

Koneksi Antar Materi Modul 3.3

 Koneksi Antar materi Modul 3.3 "Pengelolaan Program Yang Berdampak Positifs Terhadap Murid" Dari modul pembelajaran 3 pelatihan g...