(Sumber: Youtube Rumah Belajar)
Kuliah umum PembaTIK Level 4 ini menghadirkan narasumber hebat dan keren-keren yakni Ir. Suharti, M.A., Ph.D (Sesjen Kemendikbudristek), Dr. M. Hasan Chabiebie, S.T., M.Si (Kapusdatin Kemendikbudristek), Dr. Praptono, M.Ed (Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan), Prof. Dr.Ir. Eko Indrajid, M.Sc., M.B.A., M.Phil., M.A (Tokoh Pendidikan dan Pakar Teknologi Informatika), Wibowo Mukti, M.Si (PTP Ahli Muda Pusdatin), Nino Budiyanto (Public Speaking Coach).
Kuliah Umum PembaTIK Level 4 ini dilaksanakan secara sinkronus melalui LIVE Youtube KEMENDIKBUD RI dan Rumah Belajar Kemdikbud pada hari Selasa-Rabu tanggal 11-12 Oktober 2022 pukul 13.30 wib. Dalam acara ini bertindak sebagai moderator adalah Bapak/Ibu hebat Duta Rumah Belajar yakni: Kelik Yan Pradana (DRB Jawa Tengah 2019), DAT Novitasari (DRB Papua Barat 2020), Putu Sri Utami Dewi (DRB Bali 2021), Filemon Sagala (DRB DKI Jakarta 2021).
Pada pertemuan pertama Selasa 11 Oktober 2022, acara dimulai dengan laporan yang disampaikan oleh Bapak Kapusdatin Kemendikbudristek yakni Bapak Dr. M. Hasan Chabiebie, S.T., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa semenjak terjadinya wabah pandemi pada tahun 2020 dan 2021 peran teknologi menjadi sangat penting dalam membantu meningkatkan proses belajar-mengajar maupun kebutuhan-kebutuhan administrasi yang lain. Beliau berharap bahwa teknologi ini akan menjadi sebuah sarana dalam melakukan peningkatan lompatan kualitas pendidikan kedepan lebih baik.
Selanjutnya acara Kuliah Umum PembaTIK Level 4 ini dibuka secara langsung oleh Ibu Ir. Suharti, M.A., Ph.D selaku Sesjen Kemendikbudristek. Dalam sambutan disampaikan bahwa untuk mengikuti proses kegiatan Level 4 ini diwajibkan untuk saling berbagi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Beliau juga sangat berharap melalui kegiatan pelatihan berbasis TIK ini dapat membangun model pembelajaran yang relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa depan. Merdeka Belajar memberikan semangat untuk melakukan perubahan dan menentukan cara terbaik dalam menerapkan metode pembelajaran. Harapan yang disampaikan beliau kepada para Sahabat Rumah Belajar dan seluruh Duta Teknologi agar mampu meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan memiliki kontribusi yang maksimal dalam membangun budaya pemanfaatan teknologi.
Narasumber hebat yang pertama adalah seorang Prof. Dr. Ir., Eko Indrajit., M.Sc. M.B.A,. M.Phil, M.A beliau menyampaikan bahwa terkait dengan kolaborasi dengan menumbuhkan ekosistem pendidikan saat sekarang ini bukan hanya sebagai tahapan trend ataupun hanya ikut-ikutan saja. Masa depan pendidikan teknologinya bukan lagi pada media sosial, Learning Management System, ataupun penggunaan smartphone saja melainkan lebih kepada pembelajaran menggunakan AR (Augmented Reality) dan VR (Visual Reality). Melalui pembelajaran dengan memanfaatkan AR (Augmented Reality) dan VR (Visual Reality) mampu menyajikan pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi dengan fitur 3 dimensi dan seolah-olah siswa secara nyata berada pada lokasi tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa "Perkembangan ilmu teknologi informatika akan melahirkan berbagai teknologi yang terbaru yang mengubah ekosistem pendidikan dan pembelajaran manusia".
Menurut Prof. Dr. Ir., Eko Indrajit., M.Sc. M.B.A,. M.Phil, M.A menyampaikan bahwa 1) alam semesta kembali menjadi sekolah yang holistik dan kontekstual; 2) Selanjutnya interaksi dan komunikasi jarak jauh semakin menarik dan menyenangkan; 3) Eksperimen dan eksplorasi bersifat tidak terbatas dan menyeluruh. Pembelajaran dengan menggunakan Metaverse kita dapat mengambil contoh jantung manusia baik animasi maupun simulasinya sehingga gambar jantung tersebut bisa diputar dan disesuaikan dengan kebutuhan kita; 4) Dunia dapat dihadiri oleh siapa saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu; 5) Belajar untuk mencipta dapat dilakukan sedini dan sesegera mungkin; 6) Laboratorium hidup menjadi tulang punggung pengembangan kompetensi; 7) Sekolah virtual akan bertebaran dimana-mana dengan beragam bentuknya; 8) Bentuk dan sumber belajar akan mengalami revolusi besar-besaran; 9) Pendidik virtual berbasis kecerdasan artifisial akan banyak ditemukan.
Pemateri kedua akrab dengan panggilan mbak Nisa merupakan perwakilan dari Direktorat Kepala Sekolah Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan yang ada di Direktorat KSPS. Materi yang disampaikan mbak Nita Mengenal Komunitas; Belajar Implementasi; Kurikulum Merdeka. PembaTIK dapat disinergikan dengan komunitas belajar. Komunitas Belajar merupakan sekumpulan guru dan tenaga kependidikan dan pendidik lainnya (GTKPL) yang belajar bersama dan berkolaborasi secara berkesinambungan untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan berdampak terhadap hasil belajar peserta didik. Disini fungsi komunitas belajar ini sebagai wadah bagi guru, tenaga kependidikan dan pendidik lainnya untuk belajar bersama dan berbagi praktik baik dengan mendiskusikan dan menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.
Adapun tujuan komunitas belajar diantaranya:
- Meningkatkan kompetendi guru, tenaga kependidikan, dan pendidik lainnya;
- Membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan;
- Memfasilitasi interaksi dan kolaborasi antara anggota komunitas untuk belajar secara berkelanjutan;
- Menumbuhkan kepercayaan diri bagi anggota untuk berpartisipasi aktif didalam komunitas;
- Menerapkan hasil belajar yang diperoleh dari komunitas pada pekerjaan sehari-hari;
- Merefleksikan hasil pelaksanaan pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif.
Komunitas belajar diharapkan mampu berperan sebagai tempat yang memfasilitasi belajar bersama tentang Kurikulum Merdeka, memfasilitasi diskusi dalam memecahkan permasalahan dan berbagi praktik baik seputar Kurikulum Merdeka, memfasilitasi kolaborasi pengembangan perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka, memfasilitasi refleksi pembelajaran rekan sejawat.
Pada hari kedua Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Level 4 Tahun 2022 ini menghadirkan Narasumber hebat yakni Bapak Wibowo Mukti, S.Kom., M.Si dengan judul "Platform Teknologi Kemendikbudristek". Menurut beliau bahwa teknologi sebagai solusi dan akselerasi peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini telah dilakukan riset oleh Kemendikbudristek untuk mencari berbagai solusi yang sesuai untuk kedepannya terkait dengan pendidikan Indonesia yang mana mampu meluncurkan sebuah ekosistem teknologi pendidikan sebagai akselerator dari transformasi yang diharapkan oleh kita bersama. Kita ketahui bersama dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar memiliki strategi utama diantaranya menerapkan kolaborasi dan pembinaan antara sekolah, meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah, membangun platform pendidikan nasional berbasis teknologi, memperbaiki kurikulum nasional pedagogi dan penilaian, meningkatkan kolaborasi pemerintah daerah untuk memastikan distribusi yang merata. Menurut beliau dari beberapa strategi tersebut yang menjadi perhatian khusus adalah strategi membangun platform pendidikan nasional berbasis teknologi yang berpusat pada siswa, interdisipliner, relevan berbasis proyek dan kolaboratif yang mana belajar merupakan kewajiban dan kedepannya belajar ini menjadikan pengalaman yang lebih menyenangkan dimana sistem yang awalnya tertutup menjadi sistem pembelajaran yang terbuka.
Pemateri berikutnya dengan judul "Public Speaking" disampaikan oleh Bapak Nino Budiyanto diawali dengan pertanyaan kepada peserta "Apakah ada yang pernah belajar public speaking skills?" salah satu peserta dari Provinsi Sulawesi Selatan yakni ibu Rifka menyampaikan bahwa public speaking mengenai kemampuan berbicara didepan umum, namun setelah mengikuti worshop tersebut ternyata public speaking tidak sesederhana yang dipikirkan. Selanjutnya narasumber menjelaskan apa itu public speaking yang didefinisikan dari kamus marriam websters adalah sebuah proses membuat pidato didepan publik dan juga ada seni dalam berkomunikasi dengan audiens. Public Speaking merupakan kegiatan berbacara dengan efektif secara langsung dihadapan satu atau banyak orang. Mengapa kita harus mempelajari public speaking? yang pertama adalah banyak orang sukses diawali dari menjadi seorang "a good speaker", selanjutnya dikarenakan tuntutan zaman dan teknologi, tuntutan profesi, persaingan. Seorang guru harus mampu menguasai public speaking agar dapat menyampaikan materi pembelajaran secara efektif, mampu menyampaikan materi pembelajaran lebih menyenangkan, mampu mengendalikan kelas, menumbuhkan sikap kepemimpinan, membuka peluang besar dalam berkarir.
Demikian yang dapat penulis rangkum dalam pertemuan Kuliah Umum PembaTIK Level 4 Tahun 2022 ini dari materi hari pertama dan hari kedua semoga apa yang telah disampaikan narasumber hebat dapat kita resapi dan kita laksanakan sehingga mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang diharapkan untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kompetensi pendidikan melalui "Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar".





.png)

0 komentar:
Posting Komentar